Sunah Shalat Jumat untuk Menambah Keberkahan

Apa saja Sunah Hari Jumat ? yuk baca. Jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari hari lainnya. Malah, beberapa hal hanya bisa dilakukan pada hari Jumat, shalat Jumat misalnya. Maka, sayang bila hari Jumat terlewat begitu saja.

Hal yang dianjurkan nabi Muhammad SAW pada hari Jumat disebut Sunah Jumat. Banyak sunah Jumat yang apabila dikerjakan, selain baik untuk kehidupan juga bisa mendapatkan pahala.

Karena Sunah Jumat banyak macamnya, dalam artikel ini hanya akan membahas Sunah Jumat yang ada kaitannya dengan shalat Jumat.

Sunah Mandi Jumat

Dasar hukum dari sunah mandi Jumat  adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban,

“Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dari hadits tersebut, dapat diketahui bahwa nabi menganjurkan mandi bagi yang berniat melaksanakan shalat Jumat. Mandi di sini dianjurkan agar tubuh bersih dan segar saat melaksanakan shalat Jumat, sehingga mengurangi risiko kantuk.

Waktu melaksanakan mandi shalat Jumat dimulai sejak terbit fajar hingg sebelum pelaksanaan shalat Jumat. Sunah mandi Jumat utamanya dilakukan menjelang keberangkatan menuju tempat shalat Jumat.

Mandi Jumat ini sangat dianjurkan, sehingga beberapa ulama menghukuminya makruh apabila ditinggalkan.

Sunah Bergegas Hadir Menuju Tempat Shalat Jumat

Dasar hukum dari sunah bergegas hadir menuju tempat shalat jumat adalah hadits di bawah ini:

“Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jumat, kemudian pada waktu pertama ia berangkat Jumat, maka seakan ia berkurban unta badanah. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kedua, seakan berkurban sapi. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu ketiga, seakan berkurban kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu keempat, seakan berkurban ayam. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kelima, seakan berkurban telur. Saat imam keluar berkhutbah, malaikat hadir seraya mendengarkan khutbahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadits tersebut, kita dapat melihat bahwa seseorang yang lebih awal berangkat Jumatan mendapatkan pahala melebihi orang yang datang setelahnya.  Ulama memandang anjuran ini berlaku untuk selain Imam. Bagi Imam, yang disunahkan adalah mengakhirkan hadir sampai waktu khutbah. Seperti sunah Rasulullah.

Sunah Memakai Pakaian Putih ketika Shalat Jumat.

Anjuran memakai pakaian putih ketika shalat Jumat ini, berdasarkan hadits Nabi:

“Pakailah dari pakaian kalian yang berwarna putih. Karena sesungguhnya pakaian putih termasuk pakaian terbaik bagi kalian.” (HR. al-Tirmidzi).

Sunah Berjalan Menuju Tempat Jumatan dengan Tenang.

Sunah berjalan menuju tempat Jumatan dengan tenang didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan al-Hakim

“Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun.” (HR. al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Diam Saat Khutbah Berlangsung.

Dianjurkan bagi yang melaksanakan shalat Jumat untuk diam saat khutbah. Dasar untuk diam saat khutbah berlangsung adalah QS. Al-A’raf: 204.

“Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204).

Jamaah Shalat Jumat yang mendengarkan khutbah, dianjurkan baginya untuk tidak berkata apa pun, bahkan dzikir sekali pun. Sedangkan, bagi jamaah yang tidak mendengarkan khutbah misalkan karena jauh, maka lebih baik baginya untuk tidak berbicara, namun boleh berdzikir.

Baca : http://www.oxfordislamicstudies.com/article/opr/t125/e2081

superadmin