Mengenal Respati Agus Sasangka

respati agus sasangka sleman pan

Sederhana, begitulah kesan pertama yang didapat saat bertatap wajah langsung dengan Respati Agus Sasangka, S.IP. Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sleman yang akan bertarung pada Pemilu 2019 nanti ini memiliki aura pengayom yang kuat dalam dirinya. Dibuktikan dengan tutur katanya yang santun serta ramah.

Aura pengayom itu pun dibarengi isi pembicaraannya yang berbobot tetapi mudah dipahami. Bercakap lebih jauh dengan Caleg PAN no. 2 Dapil 5 Kab. Sleman ini seperti sedang mengobrol dengan orang tua sendiri. Sungguh pribadi yang pantas untuk dipilih warga Gamping dan Mlati pada Pemilu April nanti.

Wajar memang bila alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini memiliki pribadi demikian. Ia sudah begitu lama mengikhlaskan diri berpikir dan bertindak demi kepentingan masyarakat luas. Hal tersebut bisa dibuktikan dari rekam jejaknya yang luar biasa.

Respati Agus Sasangka sudah aktif di organisasi sejak duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 1990. Kala itu ia berproses di Pelajar Islam Indonesia (PII), bahkan sempat diamanatkan menjadi ketua Pengurus Komisariat PII Sleman. Selain itu, semasa SMA, Respati Agus Sasangka atau akrab dipanggil Ade juga dikenal aktif sebagai karang taruna dan remaja masjid di tempat tinggalnya.

Setelah lulus SMA, ia mantap memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMY demi menambah ilmunya. Masa kuliah, Respati Agus Sasangka semakin giat berorganisasi. Buktinya, ia sempat dilantik menjadi ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIPOL UMY tahun 1994.
Walau demikian, pada masa itu Respati Agus tidak berniat memanfaatkan ilmunya untuk politik praktis di masa depan. Hal itu berhubungan dengan pandangannya yang menganggap politik Indonesia pada rezim Soeharto tidak mengakomodir banyak kebutuhan rakyat dan itu tidak sesuai dengan pandangannya. Pendapat itu dibenarkan dengan maraknya penjabat yang tidak jujur pada waktu itu.

Pandangan tersebut kemudian berubah ketika ia turut serta menjadi saksi dan pelaku sejarah peristiwa Reformasi. Ia melihat harapan. Ia pun bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) sejak pertama kali partai itu berdiri 23 Agustus 1998. Bahkan Respati Agus turut serta menyusun deklarasi PAN wilayah Yogyakarta.

Selain aktif di dunia politik, Respati Agus juga sempat mengibahkan dirinya di Maarif Institute, PP Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, bahkan terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sleman untuk periode 2018-2022. Segudang pengalamannya itu membuatnya bisa menjalankan fungsi legislatif dengan baik di DPRD Sleman periode 2014-2019.

Mendapatkan nomor urut dua pada pemilu April nanti, Respati Agus Sasangka membawa visi untuk Menjadi Wakil Rakyat yang Optimal dan Dekat dengan Rakyat, khususnya masyarakat yang berada di Kab. Sleman. Visi ini menjadi haluan Respati Agus, dan telah ia praktikan ketika menjadi DPRD Kab. Sleman peridode 2014-2019 kemarin.

Buktinya, dapat dilihat dari peraturan daerah yang dibentuk oleh DPRD Kab. Sleman yang pro rakyat. Misalkan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain visi yang jelas dan konkret, Respati Agus juga memiliki misi untuk
– Mendorong APBD untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat.
– Mendorong Perda yang menjamin kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.
– Melakukan pengawasan untuk terwujudnya pelayanan publik yang baik.

Visi dan Misi dari Respati Agus Sasangka bukanlah janji palsu yang sering diutarakan oleh orang-orang yang tidak tulus mengabdi pada masyarakat. Respati Agus Sasangka bisa menjamin jika ia dapat mewujudkan Misinya itu dan hendak menularkan Visinya pada anggota lain jika terpilih. Semua itu dilakukan guna mencapai Kab. Sleman yang lebih baik karena “Doa pemilih saya komitmen saya.”